Selasa, 02 Juli 2013

betapa munafiknya aku

judul yang tepat untuk menggambarkan aku yang sekarang
saat hari ini ku berkata A, ku tak bisa tetap berkata A dihari selanjutnya
saat hari ini ku ingin A, ku tak bisa tetap berkeinginan A, dihari selanjutnya

sebenarnya apa yang terjadi denganku??
kenapa aku semunafik ini dengan diriku sendiri??
ternyata semua itu menjadi kesakitan tersendiri,
kesakitan yang bukan kesakitan biasa
karna jika hal itu terjadi, aku menjadi tak berdaya untuk menahan sakit itu
sakit namun membuat bahagia
sakit namun membuat segalanya menjadi senyum dan sesuatu yang menyilaukan mata nurani

yah, betapa sadarnya saat kemunafikan itu ku lakukan
betapa aku tersadar saat aku membuka mata dan langsung menatap mata itu
mata kebrutalan yang sangat dan sangat aku cintai...

serasa terhipnotis, serasa bukan aku, namun memang aku yang melakukan
semua ku lakukan diatas alam sadarku

aku benar - benar muak dengan diriku sendiri
aku benar - benar capek dengan keadaanku sendiri
aku benar - benar ingin mengkahiri tatapanku sendiri
aku  benar - benar ingin hengkang dari kemunafikanku sendiri
tapi bagaimana caranya???

Tidak ada komentar :

Posting Komentar