orang itu,
benar - benar takut pada dirinya sendiri
takut akan kesalahan diri sendiri
dan menutupi ketakutan itu dengan menyalahkan orang lain,
aku cukup tersenyum melihat orang itu berkata terlalu banyak namun tak berarti
orang itu,
selalu menyibukkan diri dengan membicarakan orang lain,
tema'nya pun tak jauh utk menjelekkan org lain
padahal dirinya tak lbh baik dr orang yang dibicarakan,
aneh,
orang itu,
merasa dirinya'lah yang selalu benar,
selalu harus dihargai, dan merasa dirinya paling mulia,
munafik (itu penilaianku)
orang itu,
cukup miris aku melihat kesedihan dan pilu'nya,
cukup sadar betapa dia berlarut dalam kemalangannya,
namun aku sadar jika ku terlalu jauh memahami dan mendekatinya, orang itu akan menyalahkanku,
cukup hafal aku dengan orang itu.
orang itu,
tdk sejauh yang kamu pikirkan,
tidak.
cukup jauh aku mengenalnya, dan setiap ku lihat tingkahnya yang memojokkan dan menyalahkan aku,
aku hanya bisa coment (senyum aja)
karna itu'lah senjatanya, memutar omongan dan merangkai sanggahan2,
dan bila ku membalas sanggahan itu aku hanya takut utk tdk bertemu dengannya lg,
karna dia tidak jauh, dia hari-hariku..
dan dengan orang itu aku cukup diam dan memberi semua kesempatan utk selalu melakukan apa yang dia mau,
dan aku memaksa diriku utk bersandiwara menjadi apa yang dia mau, dan aku cukup tersenyum dalam hati utk memperkuat aktingku..
hahahahaa
benar - benar takut pada dirinya sendiri
takut akan kesalahan diri sendiri
dan menutupi ketakutan itu dengan menyalahkan orang lain,
aku cukup tersenyum melihat orang itu berkata terlalu banyak namun tak berarti
orang itu,
selalu menyibukkan diri dengan membicarakan orang lain,
tema'nya pun tak jauh utk menjelekkan org lain
padahal dirinya tak lbh baik dr orang yang dibicarakan,
aneh,
orang itu,
merasa dirinya'lah yang selalu benar,
selalu harus dihargai, dan merasa dirinya paling mulia,
munafik (itu penilaianku)
orang itu,
cukup miris aku melihat kesedihan dan pilu'nya,
cukup sadar betapa dia berlarut dalam kemalangannya,
namun aku sadar jika ku terlalu jauh memahami dan mendekatinya, orang itu akan menyalahkanku,
cukup hafal aku dengan orang itu.
orang itu,
tdk sejauh yang kamu pikirkan,
tidak.
cukup jauh aku mengenalnya, dan setiap ku lihat tingkahnya yang memojokkan dan menyalahkan aku,
aku hanya bisa coment (senyum aja)
karna itu'lah senjatanya, memutar omongan dan merangkai sanggahan2,
dan bila ku membalas sanggahan itu aku hanya takut utk tdk bertemu dengannya lg,
karna dia tidak jauh, dia hari-hariku..
dan dengan orang itu aku cukup diam dan memberi semua kesempatan utk selalu melakukan apa yang dia mau,
dan aku memaksa diriku utk bersandiwara menjadi apa yang dia mau, dan aku cukup tersenyum dalam hati utk memperkuat aktingku..
hahahahaa
Tidak ada komentar :
Posting Komentar